BOY BAND

MAHASISWA UNPAM

Kenangan

Saat-saat terakhir ngumpul Semester VIII

Touring

Touring To Gunung Bunder, Bogor Jawa Barat

Touring

Touring To Gunung Bunder, Bogor Jawa Barat

Touring

Touring To Gunung Bunder, Bogor Jawa Barat

Rabu, 30 Mei 2012

PPN & PPnBM


PPN ( Pajak Pertambahan Nilai ) dan
PPnBM ( Pajak Penjualan Atas Barang Mewah )





1.     Latar Belakang Masalah

Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM ) diatur dalam UU No. 8 tahun 1983, di ubah dengan UU No.11 tahun 1994 dan berakhir dengan UU No. 18 tahun 2000. dalam pasal 4 bab III, menjelaska tentang objek pajak PPN, yaitu dikenakan atas :
a.       Penyerahan Barang Kena Pajak ( BKP ) di dalam daerah pabean yang dilakukan oleh pengusaha
b.      Import Barang Kena Pajak ( BKP )
c.       Penyerahan Jasa Kena Pajak ( JKP ) yang dilakukan di dalam daerah pabean yang dilakukan oleh pengusaha
d.      Pemanfaatan Barang Kena Pajak ( BKP ) tidak berwujud dari luar daerah pabean didalam daerah pabean
e.       Pemanfaatan Jasa Kena Pajak ( JKP ) dari luar daerah pabean didalam daerah pabean, atau
f.       Ekspor Barang Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak ( PKP )

Minggu, 27 Mei 2012

Manajemen Kontruksi


Manajemen Konstruksi


 Manajemen Konstruksi
Yang dimaksud dengan proyek adalah suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang dibatasi oleh waktu dan sumber daya yang terbatas. Sehingga pengertian proyek konstruksi adalah suatu upaya untuk mencapai suatu hasil dalam bentunk bangunan atau infrastruktur. Bangunan ini pada umumnya mencakup pekerjaan pokok yang termasuk di dalamnya bidang teknik sipil dan arsitektur, juga tidak jarang melibatkan disiplin lain seperti teknik industri, teknik mesin, elektro dan sebagainya.

Konsep Mutu


KONSEP MUTU
A. PENGERTIAN MUTU

1.  Dr. Josep Juran : “Sesuai dengan Kegunaan” (Fitnes for Use)
2.  Dr.WE Deming :”Memenuhi Spesifikasi Pelanggan “(Customer Specification)
3.  Philip B Cosby:”Memenuhi Persyaratan Pelanggan” (Customer Requiremens)

MENURUT ISO “MUTU” adalah gambaran dan kharakter menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang ditentukan
Secara lebih Tegas suatu produk dikatakan bermutu bila produk tersebut memenuhi dan memuaskan pelanggan (Customer Satisfaction)

B.DIMENSI MUTU:
1.  Kinerja Produk (Performance)
2.  Ciri Khas Produk ( Feature)
3.  Keandalan ( Realibility)
4.  Kesesuaian (conformance)
5.  Ketahanan (Durability)
6.  daya Guna (  Service Ability)
7.  Estetika (Esthetic)
8.  Kualitas yang dirasakan (Percieved Quality)

Sedangkan Untuk Mutu Pelayanan Adalah
1.          Tangible ; adalah dimensi yang bersifat nyata yang dapat diamati oleh pelanggan secara langsung Seperti :
·       Penampilan Fisik Organisasi/Perusahaan
·       Keberhasilan
·       Keindahan
·       Fasilitas
·       Sarana Komunikasi
2.          Emphaty;  adalah kemampuan karyawan memposisikan diri sebagai pelanggan seperti :
·       Kemudahan untuk dihubungi
·       Memahami kebutuhan pelanggan
·       Adanya perhatian kepada pelanggan

3.          Responsiveness ;adalah kemauan yang ikhlas untuk membantu pelanggan dan memberikan pelayanan dengan cepat dan tanggap seperti ;
·       Cepat bergerak
·       Senyum dan sopan
·       Menawarkan diri
4.          Reliability ; adalah keandalan artinya memberikan keyakinan kepada pelanggan bahwa semua pihak dalam organisasi memiliki:
·       Kemampuan
·       Kesopanan
·       Kridibilitas
·       Dapat dipercaya
·       Adanya jaminan keamanan



C.   ASPEK – ASPEK  MANAJEMEN MUTU
1.  Perencanaan Mutu (Quality Planning)
2.  Pengendalian Mutu (Quality Control)
3.  Jaminan Mutu ( Quality Assurance)
4.  Peningkatan Mutu (Quality Improvement)
5.  Kepemimpinan Mutu (Quality Leadership)

D.        PRINSIP DASAR MANAJEMEN MUTU
1.  Focus pada Pelanggan ; berhubungan dengan kebijakan, sasaran, perencanaan, penyediaan jasa, manitoring, peningkatan berkelanjutan.
2.  Kepemimpinan; berhubungan dengan komitmen manajemen, kebijakan mutu, sasaran mutu, tanggungjawab manajemen, komunikasi internal.
3.  Melibatkan Karyawan ; berhubungan dengan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dimana setiap orang yang berada pada semua lini perlu dilibatkan sesuai dengan wewenang, kesadaran dan kemauan, pelatihan
4.  Pendekatan Proses; diawali dengan identifikasi dan penetapan kriteriayang akan dilalui dalam setiap proses berkaitan dengan rencana, dan realisasi produk.
5.  Pendekatan Pada sistem manajemen; persyaratan dokumentasi, perencanaan manajemen mutu, pengendalian dokumen, arsip.
6.  Perbaikan Berkesinambungan ; aberhubungan dengan analiasa pencegahan, tindakan koreksi atau perbaikan.
7.  Pendekatan Fakta; berhubungan dengan perencanaan mutu, pengendalian alat pengukur, monitoring, kepuasan pelanggan audit internal.
8.  Hubungan dengan Pemasok yang saling menguntungkan; dimulai dengan komunikasi yang jelas dan dibangun konsistensi tujuan, kepercayaan, kemitraan.